Ada sebuah perbincangan yang menarik terjadi antara aku dan temanku, begini bunyinya :
"Kalau sudah waktunya, kamu tidak akan pernah menolak rasa itu. Bagaimanapun kamu mencoba untuk lari darinya, dia akan tetap mengikutimu. Itulah cinta…"
Aku yang sebelumnya sempat menghujat cinta. AKhirnya terdiam.. Emang benar juga, kalau sudah waktunya. Jika sudah tiba masanya… Sejauh apapun aku berlari menghindarinya, dia akan tetap berhasil menghampiriku, tanpa perlu dikejar, tanpa perlu dihentikan… Karena dengan sendirinya… Kita terdiam menanti kedatangannya, that is love.
Kemarin juga da perbincangan unik "Sayang banget, aku tidak mudah jatuh hati…"
Naahh… itu adalah perkataan diriku yang dulu. Sama seperti yang pernah kukatakan pada temanku, dan kalimat pembuka tadi ada jawabannya. Kemudian aku pun menjawab hal yang sama pada temanku. "Heey…kamu pasti punya kepahitan akan cinta. Come on, jangan takuut untuk mencintai. Karena cinta itu memang sakit. Tapi dia menguatkan.."
Mungkin, sepertinya gampang banget berkata-kata tentang cinta. Tapi proses untuk memahami cinta yang sesungguhnya bagiku sangat menyakitkan. Terlalu sakit sampai aku tidak tahu lagi, obat apa yang mampu menyembuhkannya. Namun, kalau tidak melewati fase-fase tesebut, mungkin tidak akan pernah ada diriku yang sekarang. Tidak ada aku yang mampu memahami, mampu memaafkan, mampu mengasihi hal-hal yang dulu penuh dengan linangan air mata…
Tidak ada lagi ungkapan yang paling indah selain kata "syukur". Yah, sekarang aku mampu mensyukuri hari-hariku yang dulu… Hari-hari yang sepertinya terbuang percuma, hari-hari yang pernah kupikirkan sebagai sampah dan ‘nothing’. Ternyata hari-hari itu yang dipakai Tuhan untuk membentukku, untuk mendalami lebih dalam, untuk menjalin lebih kuat, untuk menemukan kekuatan. untuk mengetahui karunia, untuk belajar memberi, untuk mengerti akan hidup yang dulu tidak penah aku sentuh.
Sekarang, aku ada di sini.. Apa yang tidak kuminta justru Tuhan beri. Apa yang tidak kukira, justru disediakan bagiku.. Di saat aku sudah lebih siap, di saat hatiku lebih kuat, di saat jalanku lebih lapang dan hatiku lebih suci.
Ada dia yang begitu indah.
Cinta…
Kini, cinta itu datang lagi padaku. Sama seperti dulu, dia mengetuk hatiku perlahan.. Menantikanku untuk membukakan pintu hati. Sedikit kulihat siapa. Ketika kutahu itu dia. Kucoba untuk menuntupnya… Tapi, dia kembali mengetuk.. kembali.. kembali.. kembali.. Sampai akhirnya aku tak tahan lagi dan membukakannya.. baru setengah memang.. Karena baru itu yang aku mampu.. Tapi ternyata yang setengah itu sudah begitu indahnya…
I’m in Love…
Kali ini aku tidak akan diam. Karena kali ini seluruh dunia akan tahu… Tak akan ada yang tertutup. Tak ada yang terselubung. Tak ada yang tersembunyi.. Kali ini akan ku ekspresikan sepuas hatiku.. menjelajah kemana pun cinta itu bawa ku pergi… aku tak akan takut.
Kepadamu, ku ingin katakan..
"Aku tahu, tak ada perjanjian di antara kita bahwa ini akan berakhir dengan indah. Tak ada janji bahwa tak ada tangis, tak ada janji bahwa tak ada kepedihan, tak ada janji bahwa tak ada luka, tak ada janji bahwa ini untuk selamanya…"
Tapi, kepadamu ingin kukatakan…
"Terima kasih…"
Untuk apa…??
"Karena, akhirnya aku sadar bahwa cinta itu tidak abadi… Cinta tak lebih dari kenangan. Hari ini dia ada, besok mungkin sudah pergi. Baru kemarin kupikir aku masih mencintainya. Besoknya, kusadari aku jatuh cinta padamu…"
"Ternyata, itu semua bergantung pada hati kita…"
dedicated to : WLM, thanks for loving me